Raditya Dika dan Blog!

Raditya Dika merupakan salah satu nama yang tidak bisa dihapuskan dari sejarah tulis menulis di blog. Blog pertamanya, kambingjantan.blogspot.com telah mengantarkannya pada tahap kesuksesannya saat ini. Hingga hari ini, Raditya Dika masih aktif menulis di blognya yang baru, yaitu Radityadika.com.

Berikut ini merupakan tips ngeblog ala Raditya Dika.

raditya-dika

1. Temukan ciri khasmu

Jangan jadi Raditya Dika KW super. Tulisanmu akan tetap dilihat seperti Radit, jadilah diri sendiri. Tidak ada tulisan yang buruk, hanya saja kita perlu cari tahu dimana para penggemar kita berada.

2. Kalimat pembuka yang memikat

Dalam menulis, kalimat pembuka itu ibarat kail. Banyak banget blog yang ada saat ini, dan tiap pembaca bebas mau pilih blog manapun juga. Kalimat pembuka yang memikat akan memberikan impresi yang baik bagi para pembaca blogmu.

3. Hemat kata

Hemat tidak sama dengan pelit. Gunakan kata seefisien mungkin. Semakin cepat pembacamu terpuaskan, ia akan membaca tulisan-tulisanmu yang lain.

4. Konsisten

Ini yang sulit. Disiplin untuk menulis itu penting. Jangan biarkan pembacamu diambil orang lain. Selain itu, konsisten juga mampu untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menulis.

Nah, itu tadi tips menulis kreatif ala Raditya Dika!

Selamat mencoba ya pembaca ūüėÄ

Sumber : http://radityadika.com/ebookmk

Advertisements

Babi Ngesot – Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang

Tiap kali ngeliat pocong nongol pasti mereka jerit-jerit. Ngeliat kuntilanak, langsung ngibrit ke sana-sini. Gara-gara ini gue jadi punya ide. Mungkin. Seharusnya ada makhluk halus lain yang bisa nyari duit TAPI dipadukan dengan makhluk halus yang lebih menyeramkan. Biar kalo ketahuan pas lagi nyolong… orang ngibrit ketakutan. Babi ngesot, misalnya. (Hal. 220)

Genre misteri mulai populer di Indonesia pada awal tahun 2000-an dengan diramaikannya bioskop dengan film-film horor. Mulai dari jelangkung, kuntilanak, pocong, hingga suster ngesot dan teman-teman gaib lainnya sempat menjadi ikon yang kuat menghasilkan efek merinding.

Raditya Dika, di tahun 2008 pun latah menghasilkan karya berjenis misteri. Namun ia adalah seorang Raditya Dika, dengan apapun yang ia ciptakan pasti tidak jauh dari bagaimana ia menjalani hidupnya : anomali.

Babi Ngesot ‚Äď Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang adalah buku keempat karya penulis komedi bergaya khas ini. Dalam bukunya ini, Raditya Dika menyajikan sekumpulan cerita pendek yang menceritakan berbagai jenis ketakutan yang ia alami dalam hidupnya yang absurd dan asal.

Bukan hanya ketakutan akan hal gaib ‚Äďyang sama sekali tidak membuat bulu kuduk merinding-, Radit juga menceritakan ketakutannya akan hal lain. Misalnya ketakutannya kepada kakak kelas ketika ia baru masuk SMA dan bagaimana ia mengatasi fobia klasik yang umum dialami laki-laki : perempuan. Dan tentu saja, semua ditulis dengan gayanya yang semau gue.

Tidak seluruhnya cerita berjenis misteri. Dalam 17 kisah pendek dalam buku ini, Raditya Dika menceritakan pengalaman bodohnya dalam menghadapi setan poni, orang kesurupan, mimpi besarnya untuk memelihara tuyul, dan konflik abstrak lainnya.

Bukan hanya cerita pendek, buku ini juga memberi kejutan manis berupa komik ilustrasi di setiap cerita. Komik gaya hiperbola dan ilustrasi kecil di setiap akhir cerita disajikan oleh illustrator Adriano Rudiman. Komik-komik ini benar-benar menjadi nilai tambah dalam buku ini.

Dan ada dua hal yang tidak pernah absen dari tulisan Raditya Dika. Yang pertama adalah keluarganya. Edgar, Anggi dan Ingga, serta orang tua Raditya Dika yang berbagi gen-kurang-waras dengannya selalu mewarnai setiap buku yang ia tulis.

Hal kedua yang tidak pernah absen, ada yang tahu? Tentu saja, cinta. Love life Raditya Dika memang tidak pernah membuat pembaca bosan. Saking hebohnya kisah percintaan Radit, terdapat dua buku yang berisi kehidupan romantikanya, yaitu Cinta Brontosaurus dan Marmut Merah Jambu.

***

Judul Buku        : Babi Ngesot

Penulis               : Raditya Dika

Penerbit             : Bukuné

Tahun terbit      : 2008

Tebal Halaman : 240

Marmut Merah Jambu

Jatuh cinta merupakan sekumpulan aksi dan reaksi yang rumit. Kadang tidak terbalas, tidak bertahan lama, atau sesimpel tidak tersampaikan. Dengan gift yang ia miliki, Raditya Dika membuat semua aksi-reaksi itu menjadi sederhana.

Masih menyisipkan jenis binatang pada judul bukunya, Raditya Dika memberikan kesan yang sweet dengan menamai buku kelimanya Marmut Merah Jambu. Kesan tersebut tepat dengan tema yang dibawa oleh penulis kelahiran 28 Desember 1984 ini, yaitu jatuh cinta. Masih sama dengan buku-buku sebelumnya, buku ini berisi sekumpulan cerita pendek tentang kehidupan Raditya Dika  yang sebagian besar adalah pengalaman Radit dalam berjatuh cinta.

Petualangan cinta Radit dalam Marmut Merah Jambu dimulai dari cinta monyetnya waktu SMP, hingga cerita bagaimana ia bertemu dengan pacarnya pada saat itu (sekitar tahun 2010) yang ia samarkan sebagai Shero dalam buku ini. Pengalaman cinta Radit ‚Äďyang kebanyakan tidak mulus- ia ceritakan dengan gayanya yang khas, all funny and clowny. Namun dibalik semua komedi Radit selalu memiliki pesan manis di akhir cerita.

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. (Hal. 15)

Selain tentang jatuh cinta, dalam buku ini Raditya Dika yang tidak pernah absen menceritakan keluarganya juga memberikan satu cerita pendek yang mengisahkan Edgar, adik Radit yang paling kecil, ketika akan disunat. Selain itu ada pula cerita tentang bagaimana buku pertama karya Radit, Kambing Jantan, akhirnya berhasil difilmkan.

Buku Marmut Merah Jambu merupakan buku yang proses menulisnya membutuhkan waktu yang paling lama dibandingkan dengan buku-buku Raditya Dika sebelumnya. Penulisan buku ini memakan waktu 2 tahun. Kebanyakan cerita yang ia tulis dalam buku ini belum ia tulis dimana-mana, hanya beberapa bagian yang telah ia tulis di blognya, tetapi mengalami perubahan agar lebih menarik.

Dalam buku ini, terutama pada bagian dimana ia menceritakan pertemuannya dengan Shero, Raditya Dika memberitahu pada pembaca bahwa dibalik semua image konyol yang menempel pada dirinya, ia selalu ingin serius jika sudah berhadapan dengan the one. And trust me, he is one of the sweetest guy alive.

***

Judul Buku         : Marmut Merah Jambu

Penulis                 : Raditya Dika

Penerbit              : Bukuné

Tahun terbit       : 2010

Tebal Halaman : 222

Raditya Dika dalam Twit!

Selamat berhari Jumat wahai para pembaca. Tetap dalam kondisi baik-baik saja kan? Semoga selalu dalam keadaan sehat, banyak uang, dan setia dengan pasangan.

Hari Jumat di Inkubuku merupakan harinya artikel. Kami berikan artikel dengan kualitas terbaik. Menurut kami tentunya. Jika menurutmu belum baik, silahkan untuk kirim email ke inkubuku@gmail.com. Kami menerima saran dan kritik.

Bulan ini, masih dengan Raditya Dika Spesial! Dari berbagai pertimbangan topik artikel yang ingin dibahas, mulai dari karya sampai siapakah mantan-mantan dari Radit, akhirnya kami memilih Raditya Dika dalam Twit.

Raditya Dika memang salah satu selebtwit terbanyak followersnya. Bahkan bisa mengalahkan bapak SBY, presiden kita saat ini. Apakah kamu termasuk followernya?

Dari hasil penelusuran kami, ini merupakan twit-twit Raditya Dika yang asli (Jika tidak percaya, periksa aja ke @RadityaDika).

rdt

https://twitter.com/radityadika/status/520198167258619904

Raditya Dika memang akan mengeluarkan buku baru. Selalu dengan nama binatang. Mungkin buku berikutnya bisa diberi judul “Jeritan Tomcat”.

https://twitter.com/radityadika/status/519800552213839872

Penasaran gak sama adiknya Raditya Dika? Haha.

https://twitter.com/radityadika/status/519770919703568384

Buat kamu para pekerja malam, krim malamnya jangan lupa. Eh, krim malam itu apa yah?

https://twitter.com/radityadika/status/519302122085433344

Radit ini sangat sayang dengan kucingnya. Cukup membantukan apa yang ditulis dalam artikel ini? Iyain aja.

https://twitter.com/radityadika/status/518985908997988353

Twit terakhir yang akan kami bahas! Twit tentang apa coba? Jadi Radit sekarang sedang mengerjakan proyek serial Youtubenya yang terbaru. Judulnya “Raditya Ngomongin Cinta”. Dan supaya proyeknya lancar dia mengadakan penggalangan dana secara mandiri, seperti yang tertera di twit tersebut.

Sekian dulu tulisan di hari Jumat ini. Siapapun bisa berkarya, temukan potensimu, gapai tujuanmu. Jangan pernah menyerah, bahkan Kambing Jantan saja bisa memberi pengaruh besar pada sastra populer di Indonesia. Apalagi manusia-manusia seperti kita ini.

 

Kambing Jantan

Kambing Jantan

Esok paginya, ternyata jerawat gw makin banyak!!! Tidakkk… rupanya ada yang infeksi gitu soalnya si tukang salon salah ngasih obat… Nyokap gw langsung panik… mulai saat itu, dia bersiin muka gw pake lotion ama toner pembersih setiap malam… Ajaibnya, setiap kali dibersiin ama dia, paginya jerawat gw berkurang banyak sekali!!!

Selidik punya selidik, gw bertanya sama sang mama….

Gw             : Ma, kok jerawatnya ilang banyak banget sih? Lotionnya bagus yah?

Nyokap¬†¬†¬† : Wahhh…, rahasianya bukan di krim ato tonernya, Kung….

Gw             : Trus?

Nyokap    : Rahasianya tuh pada kain yang Mama pake buat bersiin muka kamu!

Pas gw ngeliatin tuh kain… ternyata bentuknya segita…, ternyata ada karetnya di bagian atas…, ternyata… itu adalah kolor bokap gw!!! TIIIDAAAAAKKK….! Jadi, selama ini nyokap gw menjamah dan mengusap muka gw pake kolornya bokap…. Huhuhuu… nasib… tapi manjur lho!

Pesan moral:  ternyata selain buat topi, kolor punya kegunaan lain yang menakjubkan!

***

Sebuah penggalan cerita dari buku berjudul Kambing Jantan. Buku ini merupakan kumpulan cerita sehari-hari dari seorang Raditya Dika yang ia tuangkan dalam blog kambingjantan.com. Kumpulan cerita yang absurd, nyeleneh bin ajaib.

Sebuah catatan harian pelajar bodoh. Itulah tagline dari buku Kambing Jantan. Isinya memang catatan kesialan-kesialan dari Raditya Dika yang entah mengapa justru menjadi hal yang kocak dan menghibur bagi para pembacanya. Raditya Dika sebagai penulis, berhasil membuat pembaca menjadi amat penasaran dengan tingkah asli dari keluarganya. Seperti pada penggalan cerita di atas, bagaimana sebenarnya bentuk dari seorang ‚ÄúNyokap‚ÄĚ Raditya Dika.

Selain menceritakan seputar keseharian dari keluarganya, Radit juga menulis bagaimana pengalamannya hidup sebagai mahasiswa di luar negeri. Bagaimana perjuangannya hidup sendiri di luar negeri yang malah memunculkan hal-hal tak terduga dan tetap kocak.

Cerita cinta juga disodorkan dalam buku ini. Lagi-lagi, kesialan dari kegagalan kisah cinta Raditlah yang menjadikan cerita cinta dalam buku ini menjadi menarik.

Sukses dengan format buku, Kambing Jantan pun diangkat ke layar lebar. Film Kambing Jantan cukup sukses melambungkan kembali sang penulis, Raditya Dika. Dari film, Kambing Jantan bertransformasi menjadi bentuk komik. Dan lagi-lagi, Kambing Jantan sukses di pasaran.

Raditya Dika berhasil merubah dunia tulis-menulis di Indonesia. Raditya Dika membangkitkan kembali cerita fiksi komedi di Indonesia. Bahkan pengaruhnya masih terasa sampai saat ini. Sekitar 9 tahun dari terbitan pertama buku Kambing Jantan, sampai saat ini masih banyak penulis muda yang terhipnotis dengan gaya cerita dari Raditya Dika. Maka jangan heran , kalau kamu menemukan catatan harian gila dari berbagai profesi, mulai dari guru, dokter, sampai TKI.

***

Judul   Buku              :Kambing Jantan

Penulis                      : Raditya Dika

Penerbit                     : Gagas Media

Tahun Terbit            : 2005

Tebal                          :  xx + 235