Marmut Merah Jambu


Jatuh cinta merupakan sekumpulan aksi dan reaksi yang rumit. Kadang tidak terbalas, tidak bertahan lama, atau sesimpel tidak tersampaikan. Dengan gift yang ia miliki, Raditya Dika membuat semua aksi-reaksi itu menjadi sederhana.

Masih menyisipkan jenis binatang pada judul bukunya, Raditya Dika memberikan kesan yang sweet dengan menamai buku kelimanya Marmut Merah Jambu. Kesan tersebut tepat dengan tema yang dibawa oleh penulis kelahiran 28 Desember 1984 ini, yaitu jatuh cinta. Masih sama dengan buku-buku sebelumnya, buku ini berisi sekumpulan cerita pendek tentang kehidupan Raditya Dika  yang sebagian besar adalah pengalaman Radit dalam berjatuh cinta.

Petualangan cinta Radit dalam Marmut Merah Jambu dimulai dari cinta monyetnya waktu SMP, hingga cerita bagaimana ia bertemu dengan pacarnya pada saat itu (sekitar tahun 2010) yang ia samarkan sebagai Shero dalam buku ini. Pengalaman cinta Radit –yang kebanyakan tidak mulus- ia ceritakan dengan gayanya yang khas, all funny and clowny. Namun dibalik semua komedi Radit selalu memiliki pesan manis di akhir cerita.

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. (Hal. 15)

Selain tentang jatuh cinta, dalam buku ini Raditya Dika yang tidak pernah absen menceritakan keluarganya juga memberikan satu cerita pendek yang mengisahkan Edgar, adik Radit yang paling kecil, ketika akan disunat. Selain itu ada pula cerita tentang bagaimana buku pertama karya Radit, Kambing Jantan, akhirnya berhasil difilmkan.

Buku Marmut Merah Jambu merupakan buku yang proses menulisnya membutuhkan waktu yang paling lama dibandingkan dengan buku-buku Raditya Dika sebelumnya. Penulisan buku ini memakan waktu 2 tahun. Kebanyakan cerita yang ia tulis dalam buku ini belum ia tulis dimana-mana, hanya beberapa bagian yang telah ia tulis di blognya, tetapi mengalami perubahan agar lebih menarik.

Dalam buku ini, terutama pada bagian dimana ia menceritakan pertemuannya dengan Shero, Raditya Dika memberitahu pada pembaca bahwa dibalik semua image konyol yang menempel pada dirinya, ia selalu ingin serius jika sudah berhadapan dengan the one. And trust me, he is one of the sweetest guy alive.

***

Judul Buku         : Marmut Merah Jambu

Penulis                 : Raditya Dika

Penerbit              : Bukuné

Tahun terbit       : 2010

Tebal Halaman : 222

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s