Babi Ngesot – Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang


Tiap kali ngeliat pocong nongol pasti mereka jerit-jerit. Ngeliat kuntilanak, langsung ngibrit ke sana-sini. Gara-gara ini gue jadi punya ide. Mungkin. Seharusnya ada makhluk halus lain yang bisa nyari duit TAPI dipadukan dengan makhluk halus yang lebih menyeramkan. Biar kalo ketahuan pas lagi nyolong… orang ngibrit ketakutan. Babi ngesot, misalnya. (Hal. 220)

Genre misteri mulai populer di Indonesia pada awal tahun 2000-an dengan diramaikannya bioskop dengan film-film horor. Mulai dari jelangkung, kuntilanak, pocong, hingga suster ngesot dan teman-teman gaib lainnya sempat menjadi ikon yang kuat menghasilkan efek merinding.

Raditya Dika, di tahun 2008 pun latah menghasilkan karya berjenis misteri. Namun ia adalah seorang Raditya Dika, dengan apapun yang ia ciptakan pasti tidak jauh dari bagaimana ia menjalani hidupnya : anomali.

Babi Ngesot – Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang adalah buku keempat karya penulis komedi bergaya khas ini. Dalam bukunya ini, Raditya Dika menyajikan sekumpulan cerita pendek yang menceritakan berbagai jenis ketakutan yang ia alami dalam hidupnya yang absurd dan asal.

Bukan hanya ketakutan akan hal gaib –yang sama sekali tidak membuat bulu kuduk merinding-, Radit juga menceritakan ketakutannya akan hal lain. Misalnya ketakutannya kepada kakak kelas ketika ia baru masuk SMA dan bagaimana ia mengatasi fobia klasik yang umum dialami laki-laki : perempuan. Dan tentu saja, semua ditulis dengan gayanya yang semau gue.

Tidak seluruhnya cerita berjenis misteri. Dalam 17 kisah pendek dalam buku ini, Raditya Dika menceritakan pengalaman bodohnya dalam menghadapi setan poni, orang kesurupan, mimpi besarnya untuk memelihara tuyul, dan konflik abstrak lainnya.

Bukan hanya cerita pendek, buku ini juga memberi kejutan manis berupa komik ilustrasi di setiap cerita. Komik gaya hiperbola dan ilustrasi kecil di setiap akhir cerita disajikan oleh illustrator Adriano Rudiman. Komik-komik ini benar-benar menjadi nilai tambah dalam buku ini.

Dan ada dua hal yang tidak pernah absen dari tulisan Raditya Dika. Yang pertama adalah keluarganya. Edgar, Anggi dan Ingga, serta orang tua Raditya Dika yang berbagi gen-kurang-waras dengannya selalu mewarnai setiap buku yang ia tulis.

Hal kedua yang tidak pernah absen, ada yang tahu? Tentu saja, cinta. Love life Raditya Dika memang tidak pernah membuat pembaca bosan. Saking hebohnya kisah percintaan Radit, terdapat dua buku yang berisi kehidupan romantikanya, yaitu Cinta Brontosaurus dan Marmut Merah Jambu.

***

Judul Buku        : Babi Ngesot

Penulis               : Raditya Dika

Penerbit             : Bukuné

Tahun terbit      : 2008

Tebal Halaman : 240

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s