Madre


madre

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak menjadi seperempat Tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu” -Tansen (Madre, 2011).

Itulah salah satu kutipan kalimat yang diambil dari “Madre”, buku ketujuh Dewi Lestari yang kini marak di berbagai toko buku.  Buku setebal 160 halaman ini berisi karya-karya cerita pendek Dee, panggilan akrab sang penulis, dalam lima tahun terakhir (2006-2011).  Dan, hampir separuh dari buku ini mengisahkan tentang “Madre” dan filosofi roti yang ada di benak para artisan tempo dulu.

“Madre” berkisah tentang kehidupan Tansen, sang tokoh utama cerita, yang mendapat wasiat dari seorang kakek yang tidak pernah dikenalnya.  Nama “Madre” sendiri merupakan asal muasal dari banyak roti terkenal di toko roti Tan De Bakker, yaitu toko roti tua dan sudah bangkrut yang diwariskan secara tiba-tiba kepada Tansen.

Pada mulanya, Tansen bersikap tak acuh bahkan hampir menjual warisan yang menjadi haknya.  Ia ingin segera meninggalkan kota Jakarta yang penuh sesak dan kembali ke Bali, pergi dari semua keterikatan yang tak pernah ia duga selama ini. Namun ternyata, “Madre” mampu membuatnya bertahan bahkan berjuang menghidupkan kembali toko roti tua yang kini menjadi haknya.

“Saya meninggalkan Bali. Menetap di kota yang paling saya hindari. Bekerja rutin di satu tempat yang sama setiap hari. Ternyata sampai hari ini saya masih waras. Saya rindu pantai. Tapi pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat dimana saya dibutuhkan. Dan Madre lebih butuh saya dibanding pantai manapun di dunia. Berfamili dengan adonan roti ternyata membuat saya menemukan keluarga baru.”-Tansen (Madre,2011)

Di tengah-tengah perjuangan Tansen membangun kembali toko roti tua itu, dia menemukan cinta dalam diri Meilai. Seseorang yang tertarik untuk mempelajari resep “Madre” setelah membaca blog tulisan Tansen. Ketertarikan keduanya bukan hanya karena perasaan yang pelan-pelan tumbuh di antara mereka, tapi karena ‘perasaan’ yang mereka miliki untuk “Madre”

Di akhir cerita, Tansen dibantu oleh Meilai berhasil menghidupkan kembali Toko Roti Tan De Bakker dan merubah nama toko roti tersebut menjadi Tansen De Bakker.

Dee dalam buku ini tidak hanya menunjukkan kepiawaiannya meramu cerita, namun ia juga mampu memperkaya pengetahuan pembaca dengan “Madre” dan filosofi roti yang mengelilinginya. Buku yang menghadirkan kisah dan pengetahuan seputar toko roti masih sangat jarang, sehingga rasa haus pembaca akan dunia roti pun dapat benar-benar dipuaskan.

Tapi sayangnya, novel ini kurang menceritakan setiap detail dari cerita, misalnya mengapa Kakek Tansen akhirnya tahu dan yakin untuk mewariskan toko roti yang sudah bangkrut tersebut kepada Tansen, padahal mereka tidak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya.  Jika saja novel ini ditulis dengan lebih mendalam dan lebih panjang, “Madre” sebenarnya mampu menjadi “biang novel” yang berkualitas.

Tapi tetap saja bukan Dee namanya jika ia tak mampu memukau dengan kisah-kisah penuh filosofi yang dituliskannya.  Kisah-kisah platonik yang ditulis oleh Dee sejatinya bukan sekedar cerita, namun lebih kepada hasil perenungan spiritualitasnya tentang cinta dan kehidupan.

Nah, pada tanggal 28 Mei 2013 yang lalu, kumpulan cerita-cerita di novel “Madre” ini juga sudah di filmkan loh. Ada sedikit perbedaan antara detail cerita di buku dan di film, seperti Toko Roti Tan De Bakker letaknya ada di Jakarta menurut novel, namun di film, letak roti tersebut ada di Jalan Braga No.52, Bandung. Walau demikian film hasil arahan sutradara Benni Setiawan dan dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Tansen serta Laura Basuki sebagai Meilai, seri Madre The Movie ini sukses memukau jutaan penonton di Indonesia.

“Hidup jangan coba-coba, kamu harus sungguh-sungguh. Kalau nggak, hidupmu akan terus dicoba…” -Mei (Madre The Movie,2013)

BDDM23wCEAMuJ9z (1)

Nah, kebetulan koleksi buku “Madre” ini tersedia di dalam katalog kami loh. Jika ingin meminjam silahkan kontak kami 🙂

Selamat membaca!

***

Judul Buku      : Madre

Penulis             : Dewi Lestari / Dee

Penerbit           : Bentang Pustaka

Tahun Terbit    : 2011

Halaman          : 160

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s