Life of Pi


Life of Pi_595

Judul Buku : Life of Pi

Pengarang : Yann Martel

Life of Pi menceritakan tentang seorang pemuda bernama Piscine Molitor Patel atau Pi Patel yang dibesarkan sebagai seorang Hindu, namun ketika berusia 12 tahun, ia diperkenalkan dengan ajaran Kristen dan kemudian Islam dan mulai mengikuti ketiga agama tersebut.

Saat berusia 16 tahun, ayahnya memutuskan menutup kebun binatang yang mereka miliki dan pindah ke Kanada serta memindahkan hewan-hewannya. Mereka memesan tiket untuk satu keluarga dan hewan-hewan mereka (untuk dijual di Amerika Utara) di kapal kargo Jepang bernama “Tzimtzum“. Kapal ini terhempas badai besar dan mulai tenggelam saat Pi sedang berada di geladak. Ia mencoba menemukan keluarganya, tetapi didorong ke dalam sekoci agar selamat oleh para awak kapal, dan tanpa daya menyaksikan kapal tersebut tenggelam, menewaskan keluarganya dan para awak kapal.

Di sekoci tersebut ia tidak sendirian, ada seekor hyena, orang utan betina, zebra yang patah kaki, dan seekor harimau Bengal jantan yang bernama Richard Parker. Selama 227 hari, Pi terombang ambing di lautan lepas, dan hanya dirinya serta Richard Parker yang bertahan hidup hingga akhir cerita.

Life of Pi menceritakan pergulatan Pi untuk bertahan dan menjaga semangat hidup, belajar menghadapi segala rintangan mulai dari cuaca, makanan, harimau Royal Bengal, hingga musuh terberatnya yaitu diri sendiri.

————————

Novel Life of Pi memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana ketabahan dan naluri bertahan manusia yang luar biasa, insting binatang yang tidak pernah mati, keanekaragaman hayati yang menakjubkan, sisi kemanusiaan yang mengharukan, kerapuhan manusia sebagai mahluk biologis yang bisa lapar dan egois secara psikologis, serta kuasa Tuhan yang tiada tara.

Novel ini juga masuk ke dalam “32 Books That Will Actually Change Your Live” serta pernah memenangkan The Man Booker Prize di tahun 2002.

“Some people might mistakenly think that this is about religion, but what it’s really about is just that you should believe in something — whether that be God, the world, goodness, or yourself. The end message is that life is filled with possibilities, if you let it be” 

Selamat Membaca!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s