A Thousand Splendid Suns


A_Thousand_Splendid_Suns

Sedikit berbagi cerita tentang salah satu buku best seller karangan Khaled Hosseini, judulnya A Thousand Splendid Suns. Seperti biasa, Khaled Hosseini selalu dapat membuat pembaca “tersentuh” akibat penggambaran detail dari masing-masing tokoh dalam bukunya.

Secara garis besar, novel ini menceritakan dua tokoh wanita dari generasi berbeda di tahun 1970-an dan di awal tahun 2000. Tokoh wanita yang pertama bernama Mariam. Sejak di lahirkan, Mariam sudah merasakan banyak penderitaan. Ia merupakan anak di luar nikah dari saudagar kaya raya yang sudah memiliki tiga orang istri dengan pembantunya. Untuk menjaga nama baiknya, sang Ayah yang bernama Jalil, kemudian mengasingkan Mariam dan ibunya ke dalam sebuah rumah kayu di atas bukit. Walau demikian, dapat dikatakan Jalil merupakan sosok ayah yang cukup bertanggung jawab. Ia menafkahi Mariam dan selalu mengunjunginya satu kali se pekan. Inilah yang membuat Mariam sayang kepada Jalil.

Penderitaan Mariam belum berakhir, saat berusia 15 tahun ibunya meninggal dunia, Hal ini menyebabkan Mariam harus tinggal di rumah Jalil untuk melanjutkan hidup. Namun ternyata, istri-istri Jalil tidak suka dengan kedatangan Mariam, sehingga mencari cara untuk melenyapkan Mariam dari rumah. Oleh istri-istri Jalil, Mariam dipaksa menikah dengan seorang pengusaha bernama Rasheed yang usianya lebih tua 30 tahun dari Mariam. Mariam tentunya tidak setuju dengan perjodohan ini, sehingga meminta perlindungan Jalil sang ayah untuk membatalkannya. Namun ternyata, apa boleh dikata, Jalil ternyata justru berada di pihak istri-istrinya, ia menyetujui perjodohan Mariam dan Rasheed. Mulai saat itulah Mariam benci dan tidak menganggap Jalil sebagai ayahnya lagi.

Mariam tinggal di rumah Rasheed setelah menikah. Rasheed merupakan sosok pria yang menakutkan, kasar namun sesekali baik terhadap Mariam. Hingga pada suatu saat Mariam hamil dan Rasheed menjadi begitu gembira. Sayangnya, dalam usia kandungan yang masih muda, Mariam mengalami keguguran dan begitupun dengan kehamilan-kehamilan berikutnya. Akhirnya Rasheed menjadi marah dan selalu menyiksa Mariam, karena menganggap Mariam wanita yang tidak dapat memberi keturunan dan tidak berguna.

Sampai pada suatu hari, Rasheed memutuskan menikah lagi dengan seorang wanita muda, anak tetangganya yang keluarganya meninggal semua akibat serbuan roket yang menyerang saat peperangan di Kabul. Saat itu umur Rasheed 65 tahun, dan Laila, wanita muda itu, berumur 17 tahun. Laila sebenarnya telah memiliki seorang calon suami bernama Tariq dan sedang mengandung anaknya. Tariq pergi ke medan jihad, dan karena Rasheed ingin sekali menikahi Laila, Rasheed mengarang cerita bahwa Tariq yang berperang di medah jihad itu telat meninggal. Laila yang membutuhkan perlindungan, akhirnya menyerah dengan tawaran pernikahan dari Rasheed. Namun saat itu, Rasheed belum mengetahui bahwa Laila sedang mengandung.

Setelah beberapa bulan menikah dan mengetahui Laila sedang mengandung, Rasheed menjadi sangat baik dan perhatian dengan Laila. Ini semua membuat Mariam kesal, karena Mariam benar-benar hanya dianggap Rasheed sebagai pembantu di rumah tersebut. Hubungan Mariam dan Laila pun tidak baik.

Sampai suatu ketika Laila melahirkan anak perempuan dan dia merasa tidak bahagia hidup bersama Rasheed. Ia mengajak Mariam untuk kabur dari rumah tersebut. Hubungan Mariam dan Laila pun semakin membaik, hingga pada suatu hari mereka memberanikan diri kabur dari rumah Rasheed di tengah kekacauan perang yang sedang terjadi. Tapi dewi fortuna sepertinya sedang tidak bersama mereka. Rasheed mengetahui rencana tersebut dan menghukum mereka habis-habisan di rumah. Hal yang tidak disangka pun terjadi, bahwa ternyata Tariq, calon suami Laila, masih hidup dan tanpa sepengetahuan Rasheed, Tariq sering berkunjung di rumah.

Suatu hari pertemuan Tariq dan Laila disadari oleh Rasheed. Hal ini membuat Rasheed sangat murka dan menghajar Laila sampai tak berdaya. Mariam geram dan tidak terima Laila diperlakukan kasar oleh Rasheed. Mariam melakukan serangan saat Rasheed sedang menyiksa Laila. Serangan Mariam ini ternyata berakibat fatal, yaitu kematian Rasheed.

Laila mengajak Mariam melarikan diri setelah mengubur jasad Rasheed. Namun Mariam yang berhati putih ini menolaknya. Mariam sadar ia telah berbuat dosa. Karena bagaimana pun, membunuh adalah perbuatan keji, ditambah lagi Rasheed masih berstatus sebagai suaminya. Untuk menebus dosa yang telah ia perbuat, Mariam menyerahkan diri kepada Polisi dan siap untuk menghadapi hukuman mati yang diberikan kepadanya. Sebelum itu, Mariam berpesan kepada Laila untuk melanjutkan hidupnya bersama putri kecilnya dan Tariq. Tangis keduanya pun pecah, karena setelah itu, Laila tidak pernah bertemu Mariam lagi.

Begitu kira-kira gambaran singkat dari novel karangan Khaled Hosseini ini. Kalau teman-teman ingin membaca versi lengkapnya, silakan beli buku nya di toko buku terdekat. Selamat membaca 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s