Diari Hara: Sebuah Kisah Remaja Mengejar Eksistensi dari Perspektif yang Manusiawi


COWOK SUKA NULIS DIARI?!

Sst! Jangan keras-keras, nanti yang lain tahu! Hara memang diam-diam suka nulis diari, dan ini ceritanya.

Punya orangtua tajir dan sekolah di SMA elite nggak menjamin kamu bakal dianggap keren. Nggak percaya? Tanya Hara! Kalau mobil kamu cuma sedan bekas, kamu nggak atletis, atau kemampuan akademik kamu biasa banget, jelas kamu dianggap cupu!

Tetapi Hara langsung mati-matian les matematika demi merebut hati Sissy, anak baru di kelasnya. Apalagi Sissy cantik dan pintar, dan cuma tertarik sama cowok yang otaknya encer juga. Meski bersaing dengan Ramon si ketua klub matematika yang juga jagoan basket, Hara bertekad menghapus label cupu dan jadi cowok idaman Sissy!

N.B.: Jangan bilang-bilang soal diarinya!

Cover Diari hara

Mungkin “Diari Hara” kelihatannya seperti buku-buku teenlit biasa. Tapi jangan salah, novel karangan Nana Sitompul ini ternyata lebih dari itu.

Ketika pertama kali membuka lembaran novel ini, kita langsung dikenalkan oleh sesosok tokoh bernama Hara, seorang cowok yang nulis diari. Di zaman yang serba elektronik ini, pasti udah nggak lazim kan nulis diari? Apalagi buat cowok. Kesannya jadi terasa kurang “laki”. Tapi Hara memang lebih prefer nulis di diari, karena menurutnya itu lebih personal, dan menulis sudah jadi kebiasaannya.

 

Kisah tentang perjuangan Hara sebagai anak yang tergolong biasa-biasa saja di sekolahnya ini membuat saya kembali mengingat masa-masa SMA dulu, ketika kita sebagai remaja sering kali dituntut untuk mengejar sesuatu yang bernama “eksistensi”, atau lebih lazimnya disebut sebagai pengakuan. Saya langsung terpaku dengan alurnya. Penasaran menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dan ternyata, sampai akhir pun saya tetap dikejutkan karena premis-premis yang disajikan tentang hubungan antar karakter dalam buku ini tidak berujung pada kesimpulan yang saya duga dari awal. Dengan gaya penceritaan yang sederhana namun cerdas, penulis berhasil menyelipkan pesan-pesan penting yang jarang kita temukan dalam novel-novel teenlit.

 

Yang menarik dari novel ini adalah karakter-karakter yang begitu manusiawi. Kadang, saya sendiri, sebagai orang yang gemar menulis, sering lupa memanusiakan karakter yang saya buat. Dalam “Diari Hara” tidak begitu. Setiap karakter sangat manusia, memiliki kekurangan, dan kelebihan tersendiri yang membuat mereka unik (bahkan karakter yang kita anggap paling protagonis atau antagonis sekalipun), and somehow, we can relate to them. Menepis stereotype yang sering kita munculkan dalam menciptakan tokoh-tokoh fiksi, seolah karakter-karakter ini benar-benar nyata, dengan segala permasalahan mereka sebagai remaja. Tidak ada drama a la sinetron ataupun FTV yang kerap kali disajikan dalam novel teenlit, semua konflik tersajikan dalam porsi yang wajar, seiring dengan perkembangan karakter yang terus bertumbuh hingga akhir cerita. Tak lupa lelucon-lelucon kecil dalam buku serta kisah yang heart-warming namun kritis tentang berbagai perspektif kehidupan sosial yang sering terjadi di Jakarta. Ya, “Diari Hara” tidak ragu mengupas sedikit perspektif baru tentang kesenjangan sosial yang memang kentara di Ibu Kota kita tercinta ini, dengan penuturan tidak menghakimi.

 

“Diari Hara” saya rekomendasikan, bukan hanya bagi para kalangan remaja yang sedang berjuang mencari jati diri, tapi juga bagi kita yang sedang mengejar impian, tak peduli berapapun usia kita. Bahwa kita harus selalu percaya pada diri kita dan kemampuan yang kita miliki. Karena itulah yang saya rasakan setelah selesai membaca novel ini, sesuai kutipannya,

“Jangan terpaku pada kekurangan kita, tapi ada baiknya mengasah keunggulan yang kita miliki”

“Diari Hara” merupakan sebuah novel dengan ramuan yang cerdas dan kritis, namun tidak menggurui dan tetap menyenangkan. Kisah yang biasa, dengan pesan-pesan yang luar biasa. Sebuah kisah tentang kehidupan remaja dari perspektif yang manusiawi.

***

Penulis :

inkubuku_salitaSalita Romarin

@salromarin

Copywriter and Random Writer

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s