Buku Anak: Dibutuhkan Lebih Banyak Pengarang Lokal


Ilustrasi, (sumber: PBS.org)

Ilustrasi, (sumber: PBS.org)

Banyak buku anak di pasaran, tetapi sedikit karya penulis lokal. Lebih banyak terjemahan buku-buku Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.

“Buku-buku terjemahan memang menarik, tetapi tak mengajarkan norma-norma ketuhanan dan kemasyarakatan yang sesuai dengan budaya Indonesia,” kata penulis Arswendo Atmowiloto dalam diskusi “Children’s Literature: A Quest for Identity” di Taman Ismail Marzuki, Jakrta, Sabtu (22/3). Diskusi tersebut menghadirkan pembicara lain, Penulis Clara Ng dan Icha Rahmanti yang terkenal dengan buku Princess, Bajak Laut, dan Alien.

Menurut Clara, sastra anak harus punyanilai menghujam ke bawah dan menanamkan pemahaman budaya Indonesia. buku anak yang baik memberikan pengertian kepada anak bahwa ia adalah seorang Indonesia. Akan tetapi, juga harus menengadah ke atas untuk memahami dunia global.

Buku anak terbit untuk berbagai golongan mulai anak balita, anak, remaja, hingga pembaca dewasa muda. Pada buku anak hingga remaja, nilai-nilai yang ditanamkan adalah hormat kepada orangtua, persahabatan, dan kenakalan. “Kenakalan berbeda dengan kejahatan. Kenakalan merupakan perbuatan iseng yang tidak merugikan atau menyakiti orang lain,” kata Aswendo.

Pendiri Penerbit Plotpoint Amelya Oktavia mengatakan, buku anak merupakan buku dengan penjualan terbesar. “Kebanyakan komik terjemahan. Untuk novel memang masih kurang, terutama penulis lokal,” katanya.

Amelya mengatakan, perusahaan penerbitannya sering menerima naskah buku anak. Namun, cara penulisannya tak menarik. Pesannya pun tak jelas. Kurangnya naskah bermutu merupakan akibat kurangnya membaca sehingga pengenalan terhadap ide-ide yang bermanfaat tidak maksimal.

Penerbit biasanya memilah naskah yang potensial untuk diterbitkan. Setelah itu, mereka berdialog dengan para penulis untuk menyempurnakan ide dan cara penulisan.

“Toko buku seharusnya mempromosikan buku lokal, bukan best seller terjemahan saja,” kata Amelia.

(disadur dari Harian Kompas, Senin 24 Maret 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s