Tao Of Jeet Kune Do – Bruce Lee


Walaupun saya mendapati buku ini di rak genre biografi, tapi secara keseluruhan buku ini jauh dari espektasi dan pengalaman yang lazim dijumpai di berbagai buku ber-genre biografi. Halaman pertama buku ini bertuliskan WARNING dimana kemungkinan kecelakaan akibat pemraktekan dari apa yang ditulis bukan tanggung jawab sang penulis. Buku ini bukan tentang masa kecil dan kehidupan Bruce Lee sebagai aktor laga, melainkan berbagai jurus, pemahaman teknik dan ilmu bela diri (yang disebut dalam buku ini sebagai Material Arts). Meskipun buku ini dilengkapi dengan sketsa langkah, posisi dan beberapa teknik kung fu klasik wing chun, dibagian prolog Bruce Lee dengan jelas menulis bahwa ia tidak bermaksut menjadikan buku ini sebagai buku instruksi atau How-to Book, Bruce Lee menginginkan buku ini sebagai record dari bagaimana dia berfikir dan bisa menjadi nasihat bagi setiap yang membacanya.

“To put the heart of material arts in your own heart and have it be a part of you means total comprehension and the use of a free style. When you have that you will know that there are no limits.”

Dibagian awal dari buku ini, Bruce lee banyak menekankan bahwa pemahaman yang dalam adalah keberhasilan dari ilmu bela diri, bukan hanya soal stamina dan kekuatan yang besar. Pemahaman yang dimaksut bukan hanya pemahaman teknik dari ilmu bela diri melainkan keseluruhan pemahaman kita tentang potensi diri. Bruce lee juga menulis bahwa semua yang didapat dari keberhasilan ilmu bela diri adalah sebuah bakat yang timbul akibat akuisisi (bukan sebuah bakat alami).

Tao Of Jeet Kune Do

Keseluruhan buku ini dibagi menjadi 6 bagian besar yaitu Preliminary, Quality, Tools, Preparation, Mobility dan Attack. Sebagian besar disajikan lewat catatan catatan kasar dan sketsa gambar Bruce Lee. Dalam 6 pembagian besar tersebut ditulis secara teknik pemahaman mulai dari persiapan, pertahanan diri sampai teknik menyerang. Menariknya adalah disetiap bab dan sub-bab dalam buku ini, penyampaian setiap aspek dari teknik bela dirinya ditulis dengan berbagai filosofi yang sangat menarik dan indah, seperti contoh yang merupakan satu dari favorit saya adalah Bruce Lee menyampaikan teknik persiapan menyerang dibutuhkan sebuah kecerdasan dimana kecerdasan itu sendiri bukan hanya soal kapasitas diri kita beradaptasi kedalam lingkungan tapi juga bagaimana kita dengan pintar mengambil apa yang disediakan lingkungan dan mengadaptasikan lingkungan agar sesuai dengan kebutuhan diri kita sendiri. Bruce Lee juga menyampaikan bahwa keberhasilan dari sebuah penyerangan bukan soal seberapa banyak pukulan yang kita beri tapi seberapa pintar kita melihat kesempatan, sama halnya dengan bagaimana kita menghadapi tantangan yang datang dalam hidup kita.

Dalam buku ini, pembaca akan menikmati bagaimana pandangan Bruce Lee menghadapi setiap persoalan. Merasakan sendiri bagaimana Bruce Lee menerapkan manajemen waktu dan emosi disetiap gerakannya. Pembaca akan lebih mengenal pribadi Bruce Lee bukan dari cerita masa kecil dan pengalaman hidupnya tapi lebih dari apa yang ada dalam pikiran sang aktor laga ini yang di tuangnya sedemikian harmonis di buku ini. Pembaca juga sangat mungkin mendapat perspektif yang jauh berbeda dari apa yang sebelumnya kita anggap ‘hanya’ sebuah ilmu bela diri. Seperti apa yang Bruce Lee harapkan dari buku ini, bukan hanya agar pembaca tau lebih baik pribadi Bruce lee tapi juga agar pembaca lebih bisa mengenal potensi diri sendiri.

***

Penulis :

2jflau

Dynta Trishana Munardy

@dyntatrishana

Bukan Atlet Wingchun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s