Norman Edwin : Catatan Sahabat Sang Alam


“Alam sebagai sarana pendidikan dan bukan cuma petualangan – Norman Edwin”

Norman Edwin, mungkin bagi beberapa pendaki gunung nama ini terasa tidak asing lagi, namun banyak juga yang tidak kenal karena jejak petualangannya telah berakhir beberapa puluh tahun silam pada saat pendakiannya ke puncak Gunung Aconcagua . Norman Edwin yang merupakan seorang wartawan sekaligus anggota Mapala UI ini menuangkan berbagai catatan perjalanannya selama menjadi seorang jurnalis petualang ke dalam berbagai artikel yang akhirnya dirangkum dalam satu buku yang berjudul “Norman Edwin : Catatan Sahabat Sang Alam”.

Norman Edwin : Catatan Sahabat Sang Alam

Dalam Buku ini, Sang petualang kita menceritakan secara deskriptif berbagai petualangannya di alam bebas dari mulai dari perjalanan menuju puncak-puncak tertinggi dunia, pelayaran  di Samudra  Hindia menggunakan Kapal Pinisi, penjelajahan hutan yang lebat di Sulawesi, pengarungan sungai yang deras di Kalimantan hingga proses pemindahan satwa liar yang berupa gajah dari pemukiman penduduk.

Gaya penulisan jurnalistik khas Norman Edwin yang sangat deskriptif serta beberapa foto perjalanan akan membawa pembaca merasakan sensasi indah namun dahsyatnya alam yang dirasakan oleh Norman Edwin ketika menjalankan petualangannya. Mulai dari rasanya kehausan ditengah Samudra Hindia, kedinginan di gunung es hingga rasa was-was yang merundung ketika harus mengawal makhluk yang beratnya bisa mencapai 1 ton untuk berpindah ke lokasi lain. Variasi jenis catatan perjalanan yang disuguhkan oleh Norman Edwin akan semakin membuat pembaca  penasaran dengan petualangan apakah yang akan disuguhkan oleh Norman Edwin pada cerita berikutnya. Selain itu pembaca juga bukan hanya dapat menyelami petualangan yang dilalui oleh Norman Edwin tapi melalui buku ini juga, pembaca juga dapat belajar berbagai macam ilmu pada saat berkegiatan di alam bebas sehingga buku ini merupakan salah satu bacaan wajib bagi yang ingin melakukan perjalanan di alam bebas.

Namun di balik itu semua, lewat buku ini Norman Edwin mengajarkan kita bahwa alam bebas bukan hanya sarana untuk bersenang-senang (seperti kejadian akhir-ahkhir ini dimana banyak gunung yang menjadi terlalu ramai dan kotor karena banyak pendaki dadakan yang tidak mengerti etika berkegiatan di alam bebas), namun juga berkegiatan di alam bebas merupakan sarana untuk berproses dalam memahami,mencintai dan mengakrabi alam dan makna kehidupan.

***

Penulis :

wisnu_author

R. Wisnu Rizki W

@wisnurizki

Radiohead, Indonesia, Jalan-jalan, Gunung, Budaya dan Alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s